Kultwit OJK Tentang Data Pribadi Digital Pada Penyelenggara Fintech Lending




  1. Setiap masyarakat men-download aplikasi seperti game, e-commerce, digital banking, fintech dan aplikasi lainnya, akan tampil beberapa pertanyaan mengenai persetujuan pemilik smartphone untuk memberikan akses data pribadi digital yang dibutuhkan.
  2. Hal yang sama akan berlangsung pada saat masyarakat meng-install aplikasi Fintech Lending, baik yang beroperasi di luar negeri maupun di dalam negeri, termasuk aplikasi yang sudah maupun yang belum terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
  3. Pada industri Fintech Lending, seluruh data pribadi digital dari calon peminjam akan menjadi salah satu variabel dalam menghitung scoring, menjadi jaminan reputasi yang menggantikan jaminan kebendaan (seperti: kendaraan bermotor, rumah, dan lain-lain) 
  4. Apabila masyarakat calon peminjam menolak untuk memberikan akses pada saat men-download aplikasi, maka secara otomatis aplikasi tidak akan ter-install atau sejumlah fitur aplikasi tidak dapat digunakan.
  5. Selain itu,Penyelenggara Fintech Lending jg akan meminta daftar emergency contact sebagai referensi yg dapat dihubungi bila peminjam sulit dihubungi Ini merupakan pola umum dari bisnis model Fintech Lending yg wajib dipahami masyrakat sebelum melakukan jasa pinjaman online
  6.  Selain itu,Penyelenggara Fintech Lending jg akan meminta daftar emergency contact sebagai referensi yg dapat dihubungi bila peminjam sulit dihubungi Ini merupakan pola umum dari bisnis model Fintech Lending yg wajib dipahami masyarakat sebelum melakukan jasa pinjaman online
  7. Viral pemberita mengenai beberapa pelanggaran SOP Penagihan Fintech Lending, merupakan hal yang dilakukan oleh oknum penyelenggara Fintech Lending itu sendiri. Pelanggaran ini terjadi karena lemahnya pengawasan penyelenggara Fintech Lending atas pelaksanaan SOP Penagihan.
 Sumber

Share this

Related Posts

Latest
Previous
Next Post »